Penerapan Landasan Pedagogik dalam Pendidikan Ekonomi

Permasalahan dalam ekonomi adalah kelangkaan (scarcity). Kelangkaan berarti bahwa sumber daya yang ada tidak dapat mencukupi semua kebutuhan manusia. Adanya kelangkaan membuat setiap orang harus berusaha memenuhi kebutuhan yang tak terbatas dengan cara tertentu dan memilih barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya dengan melakukan pengorbanan tertentu. Menurut Nicholson (2002: 26 ) “Ilmu ekonomi adalah studi tentang alokasi berbagai sumber daya langka di antara berbagai kemungkinan penggunaan.”

Selama manusia hidup, manusia akan selalu melakukan kegiatan ekonomi, oleh karena itu pendidikan ekonomi bukan hanya membelajarkan konsep-konsep dan keterampilan yang berkaitan dengan ekonomi, tapi juga sikap dan nilai moral agar peserta didik dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan dengan cara-cara yang baik. Dalam pembelajaran ekonomi, guru membangun sikap-sikap baik spiritual maupun sosial yang baik melalui proses pembelajaran. Pengetahuan dan keterampilan dibangun melalui proses yang aktif dan bertujuan membangun sikap spiritual dan sosial. Berikut nilai spiritual dan nilai sosial, pengetahuan dan keterampilan  yang harus dibangun peserta didik kelas X SMA  :

  1. Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya (Kompetensi inti 1).
  2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia (Kompetensi inti 2)
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah (Kompetensi Inti 3)
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Dengan begitu, setelah mengikuti pendidikan ekonomi, peserta didik bukan hanya memiliki kemampuan kognitif dan psikomotor yang baik, tetapi juga nilai sikap yang baik yang dijadikan pedoman dalam melakukan tindakan baik yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi ataupun nonekonomi. Contoh penerapan pembentukan sikap spiritual peserta didik pada materi prinsip ekonomi, yang berbunyi “Pengorbanan yang tertentu akan mendapatkan hasil semaksimal mugkin”. Peserta didik juga perlu dididik bahwa dalam mendapatkan hasil semaksimal harus dilakukan melalui cara-cara yang baik dan jujur sesuai ajaran Agama yang dianutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s