Antara Secuil kertas dan diary

Beberapa hari yang lalu, saat membaca buku lama, aku menemukan selembar kertas yang ternyata ada tulisan yang ku tulis pada tanggal 23 november 2008. Lumayan…ternyata tulisanku masih lugu.hahaha…udah 2 tahun yang lalu. Jadi ingat masa-masa yang belum seberat sekarang. ^-^.Cukup untuk membuatku tersenyum saat aku membacanya.

Aku pertama punya buku diary itu pas umur sembilan tahun, pas waktu kelas tiga SD kalau nggak salah. Dulu ternyata aku suka nulis juga ya?? Kalau membaca buku, aku memang sudah menyenanginya sejak kelas dua SD. Hufft..Aku nggak sadar kalau dulu aku suka nulis sih… Setiap kali aku baca buku diary itu, aku tersenyum geli, lucu banget tulisannya. Polos abizz…Dari certa beli shampoo sampai si Mimi mati -burung peliharaan aku dan Mbak Ning- semuanya ditulis. Ketika aku membacanya kembali rasanya kejadian itu berarti sekali untukku. Aku seperti melihat aku di masa kecil dengan sebuah teropong waktu, atau seperti Nobita yang datang menilik masa kecilnya dengan alat doraemon. Asyik sekali. Kelak, aku akan tersenyum pula melihat tulisanku sekarang.
Aku tau, tulisanku=sejarahku.

Ya, membaca tulisan ini, membuatku teringat aku dulu lebih simpel sepertinya dalam berpikir. Makin tua kok merasa lebih banyak pertimbangan ya? Tapi memang perlu si..(lho..kok curhat?).
Yang jelas memang menuliskan apa yang kita pikirkan itu perlu, karena ingatan kita tidak bisa mengingat dengan jelas semuanya.

2 thoughts on “Antara Secuil kertas dan diary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s