Tidak ingin berbicara pada boneka panda lagi

Aku diam dan hanya melirikmu sesekali,tapi itu kulakukan setiap hari.
Aku tidak pernah tau kapan pastinya aku mulai melihatmu dengan cara yang berbeda.

Rasa ini selalu mengisi hari-hariku.
Kadang mengembang,kadang juga mengempis.

Andai kau tahu perasaanku,mungkin aku akan selalu berwajah merah padam setiap kali mataku dan matamu tak sengaja bertemu.

Biar aku diam,aku mengamati senyummu,tawamu..

Kadang tiba-tiba kau datang dalam mimpi, atau aku yang mengundangmu untuk datang?sepertinya opsi kedua lebih tepat. Mengajakmu mengikuti skenario mimpiku

Perasaan ini membuat aku punya rahasia yang bisa membuat aku tersenyum.

Tapi kalau aku boleh memilih, aku ingin menghilangkan perasaan ini.
Karena aku ingin hidup dengan kenyataan.
Tidak ingin hidup dalam sebuah mimpi yang aku karang sendiri ceritanya,seperti menjadi ibu untuk boneka pandaku,saat masih kecil. Itu hobiku dulu. Dan saat ini aku tak mau melakukannya lagi,karena aku tau itu hanya sebuah boneka,kali ini aku harus berbicara pada manusia lain,sekalipun tak bisa sesuai dengan apa yang kuharapkan.

Kenyataan yang aku maksud sekarang adalah bahwa kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku.

Tapi sepertinya aku harus pelan-pelan menyudahi harapan itu.

Karena aku ingin hidup dengan kenyataan.
Bahwa kamu tidak memiliki perasaan yang sama.
Dan hidup akan terus berjalan, dan tidak akan menungguku aku terlelap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s