BAB 8 MENGIDENTIFIKASI SEGMEN DAN TARGET PASAR. Tingkat Segmentasi Pasar Pemasaran massal : satu produk untuk semua pembeli Pemasaran mikro : – Segmen. – ppt download


Pemasaran Segmen Segmen pasar adalah sekelompok pelanggan yang memiliki sekumpulan kebutuhan dan keinginan serupa Tugas pemasar : bukan menciptakan, tetapi mengidentifikasi dan memutuskan segmen mana yang dibidik Keungggulan : – Merancang, memberi harga, melepaskan dan menghantar produk/jasa dengan lebih baik – Menyesuaikan program dan kegiatan pemasaran untuk mengalahkan pesaing Pemasaran pasar fleksibel : – Solusi Telanjang – Opsi Terbuka Penentuan karakter segmen pasar : – Preferensi homogen – Preferensi terdifusi – Preferensi kelompok

Sumber: BAB 8 MENGIDENTIFIKASI SEGMEN DAN TARGET PASAR. Tingkat Segmentasi Pasar Pemasaran massal : satu produk untuk semua pembeli Pemasaran mikro : – Segmen. – ppt download

Sate Sapi Bumbu Ketumbar


Dua bulan terakhir ini kegiatan untuk mengisi waktu luang ku adalah nonton drama korea dan belajar memasak. Kalau drama korea memang aku udah suka sejak SMP, beda dengan memasak, yang baru pengen bener-bener belajar pas masih kuliah di Bandung. Aku jadi lebih respect sama siapapun yang bisa masak enak, atau buat kue yang cantik dan enak. Karena, membuat masakanpun perlu proses, ada waktu dan tenaga yang digunakan. Karena tiga hari saat idul adha aku buat sate, jadi aku mau posting tentang resep sate daging sapi bumbu ketumbar. Resepnya aku modifikasi dari mbak endang jtt, yang punya segudang resep yang teruji enak, karena sudah dipraktikkan oleh si empunya blog sendiri. Ini bahan satenya:

 

700 gr daging sapi, iris kotak-kotak tipis

Tusuk sate

 

Bumbu Halus:

2 ½ ketumbar sangrai

8 bawang merah

3 bawang putih

¼ sdt jinten

 

Bumbu lainnya:

4 daun jeruk, iris halus

6 sdm kecap manis

1 sdt merica

Air asam jawa secukupnya

Minyak goreng untuk menumis, secukupnya

½ sdt garam

 

Bumbu Kecap:

1 buah tomat, iris kotak-kotak

20 cabai rawit, iris tipis

10 bawang merah, iris kotak

Kecap secukupnya

 

Acar :

2 buah timun, potong kotak

¾ wortel, kupas dan potong kotak

15 cabai rawit, iris tipis

10 Bawang merah, iris tipis

1 sendok cuka

50 ml air matang

½ sdm gula pasir

 

Cara pembuatannya:

  1. Panaskan minyak dalam penggorengan, tumis bumbu halus dan daun jeruk sampai matang
  2. Tuang air asam jawa, serta bumbu lainnya (kecap,garam, merica). Angkat bila sudah kental. (Bumbu ini sebagian untuk merendam daging dan untuk mengoles sate saat di panggang)
  3. Masukkan daging dalam wadah, bumbu yang sudah di tumis. Aduk agar rata dan simpan di kulkas minimal 1 jam agar bumbu meresap
  4. Tusuk daging dengan rapat, celah tusuk sate yang tidak tertutupi daging akan gosong.
  5. Bumbu halus yang tersisa, diberi 5 sd minyak goreng dan 4 sendok kecap manis, gunakan untuk olesan saat memanggang sate
  6. Panggang sate, bila sate setengah matang, balik dan oleskan bumbu, ratakan semua sisi.
  7. Panggang sampai matang (tingkat kematangan sesuai selera)

 

Untuk acar, campur semu abahan dalam mangkuk, aduk rata dan biarkan selama 1 jam di kulkas.

Sajikan sate dengan acar, paling mantap disantap saat hangat! Sorry no poto ya, nggak sempat ambil gambar karena udah keburu dimakan J

 

Sampai Jumpa Lagi, Bandung


Jam 16.19, dan aku sudah ada di pool damri jurusan bandung-pringsewu. Sudah beberapa kali aku disini, tetapi ada yang lain, kali ini adalah pulang karena sudah menyelesaikan studi selama dua tahun. Bersyukur aku bisa belajar di sini, karena tempat belajar yang nyaman, dosen yang baik, layanan yang ramah, serta masjid DT tempat yang bisa jadi andalan ketika sudah mulai lelah..😀. Terima kasih untuk teman-teman SPs Pendidikan Ekonomi 2013, yang telah mengisi dua tahun ini dengan banyak belajar bersama. Ah, diantara mahasiswa dari luar daerah, aku yang terakhir di Bandung, jadi aku sudah mengatakan selamat jalan dengan teman-teman lebih dulu, kini kuucapkan selamat tinggal pada kota Bandung sendiri. Sampai jumpa lagi, di bulan Desember..

Calon Tesis Kesayangan


Bisa dibilang aku jatuh cinta dengan calon tesisku, ih lebay ya… gimana nggak coba, gimanapun aku harus mencintainya…kalau nggak ntar males-malesan dong..hehe..

Tingkat kegalauannya lebih tinggi dari skripsi, karena waktu skripsi jujur aku belum begitu paham cara membuat karya ilmiah yang ideal. Nah sekarang ini baru proses belajar cara menulis karya ilmiah yang ideal. Sebenarnya aku memang suka  kalau bahas penelitian-penelitian.

Dosen pembimbing yang ahli teori pendidikan, adalah salah satu pintu yang membuatku berproses tentang hal-hal yang belum aku tau. Hah, jadi gini ya, jadi gitu ya? Begitulah saat bimbingan.

Bimbingan dengan beliau itu seperti diskusi, a-z bisa dibahas. Sangat mengasyikkan…

Sejak belajar nulis tesis, sekarang mulai paham perbedaan-perbedaan pengambilan keputusan dalam karya ilmiah, semua bisa benar, semua bisa salah, bergantung merujuk kepada ahli siapa, karena teori bukan cuma satu versi. Teori datang dan pergi, disepakati dan runtuh.

Sekarang sedang proses buat instrumen penelitian RPP dan alat tes keterampilan berpikir kritis… Udah dua kali salah, ternyata nggak semudah yang dibayangkan… Tapi tetep semangat..selalu..mohon doanya yaa

Wait me august 2015

Penerapan Landasan Pedagogik dalam Pendidikan Ekonomi


Permasalahan dalam ekonomi adalah kelangkaan (scarcity). Kelangkaan berarti bahwa sumber daya yang ada tidak dapat mencukupi semua kebutuhan manusia. Adanya kelangkaan membuat setiap orang harus berusaha memenuhi kebutuhan yang tak terbatas dengan cara tertentu dan memilih barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya dengan melakukan pengorbanan tertentu. Menurut Nicholson (2002: 26 ) “Ilmu ekonomi adalah studi tentang alokasi berbagai sumber daya langka di antara berbagai kemungkinan penggunaan.”

Selama manusia hidup, manusia akan selalu melakukan kegiatan ekonomi, oleh karena itu pendidikan ekonomi bukan hanya membelajarkan konsep-konsep dan keterampilan yang berkaitan dengan ekonomi, tapi juga sikap dan nilai moral agar peserta didik dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan dengan cara-cara yang baik. Dalam pembelajaran ekonomi, guru membangun sikap-sikap baik spiritual maupun sosial yang baik melalui proses pembelajaran. Pengetahuan dan keterampilan dibangun melalui proses yang aktif dan bertujuan membangun sikap spiritual dan sosial. Berikut nilai spiritual dan nilai sosial, pengetahuan dan keterampilan  yang harus dibangun peserta didik kelas X SMA  :

  1. Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya (Kompetensi inti 1).
  2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia (Kompetensi inti 2)
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah (Kompetensi Inti 3)
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Dengan begitu, setelah mengikuti pendidikan ekonomi, peserta didik bukan hanya memiliki kemampuan kognitif dan psikomotor yang baik, tetapi juga nilai sikap yang baik yang dijadikan pedoman dalam melakukan tindakan baik yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi ataupun nonekonomi. Contoh penerapan pembentukan sikap spiritual peserta didik pada materi prinsip ekonomi, yang berbunyi “Pengorbanan yang tertentu akan mendapatkan hasil semaksimal mugkin”. Peserta didik juga perlu dididik bahwa dalam mendapatkan hasil semaksimal harus dilakukan melalui cara-cara yang baik dan jujur sesuai ajaran Agama yang dianutnya.

Mengajarkan Konsep Ekonomi Dengan Menggunakan Metode Ekspositori


Strategi Pembelajaran Ekspositori didukung Teori behavioristik- Classical conditioning dan teori kognitif. Saat ini, pembelajaran yang berpusat pada guru seolah adalah sesuatu yang tidak baik untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Diberlakukannya Kurikulum 2013 mengharuskan pendekatan saintifik yang berarti menggunakan cara berpikir induktif, semakin meninggalkan pembelajaran yang berpusat pada guru. Pada dasarnya baik pembelajaran yang berpusat pada guru maupun pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dapat diterapkan dalam proses pembelajaran secara efektif. Kuncinya adalah guru dapat mengelola proses pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Hal yang penting dari pembelajaran ekspositori yang sangat penting adalah adanya umpan balik dari guru terhadap respon siswa. Siswa di arahkan aktivitasnya supaya “konsep” dapat dipahami siswa. Pembelajaran ceramah  tidak sama dengan pembelajaran ekspositori, melainkan hanya bagian dari pembelajaran ekspositori. Maka, jika dalam kurikulum 2013 mengharuskan pendekatan induktif dalam mengajarkan konsep dan mengesampingkan pembelajaran pendekatan deduktif, contohnya ekspositori, maka perlu dikaji ulang.

Dalam buku teaching economics – content and strategies yang dikembangkan oleh Ronald A. Banaszak dan Dennis C. Brennan diungkapkan bahwa dalam membelajarkan konsep ekonomi yang dalam kasus yang akan diuraikan tentang Gross National Product.

TUJUAN

STRATEGI

MATERIAL

Setelah melakukan metode ekspositori, siswa dapat : Metode Perkembangan Konsep Ekspositori seluruh kelas

Batas Waktu : satu pertemuan

  1. Mendefinisikan Gross National Product
    1. Tuliskan  Gross National Product pada papan tulis dan juga singkatan nya (GNP)
  1. Memberikan Contoh apa yang termasuk dalam perhitungan GNP
2. Menjelaskan kepada siswa bahwa hari ini akan mempelajari konsep ekonomi penting, Yaitu GNP. Definisikan Gross National Product sebagai nilai  pasar total dari seluruh barang jadi dan jasa untuk konsumsi akhir dalam setahun. Jelaskan bahwa jangka waktu adalah pendek.
  1. Memberikan contoh apa yang tidak termasuk dalam Perhitungan GNP
3. Bagikan fotokopi hand out tentang GNP. Siswa harus membacanya, kemudian mendiskusikan aktivitas ekonomi apa yang tidak termasuk GNP. Siswa harus mengerti prinsip-prinsip mengapa penghitungan ganda dan pembayar transfer tidak dihitung dihitung dalam GNP. Fotokopi Hand out tentang Gross National Product
Bagikan Fotokopi Hand Out Examples non examples dari Item GNP. Tanyakan pada siswa agar mereka menjelaskan apa yang termasuk GNP. % contoh pertama masuk dalam GNP karena barang akhir atau jasa yang di buat dan digunakan. Yang bukan contoh dalah yang tidak terjual, atau bukan barang akhir atau jasa yang diproduksi. Secara spesifik :

6. Sayur yang tidak terjual

7. Bukan barang jadi

8. Nasihat yang tidak terjual

9.Transfer uang tanpa produksi barang dan jasa

Barang sudah dihitung dalam

10. GNP ketika terjual sebagai barang baru

Transfer uang tanpa produk atau produksi jasa.

Fotokopi Hand out. Examples non examples Gross National ProductProduct
Tulis di papan tulis “Examples non examples” Minta siswa menyebutkan contoh dan non contoh. Tulis hal tersebut di papan tulis. Tanyakan pada siswa menyatakan mengapa termasuk dalam contoh dan non contoh. Berikan umpan balik untuk respon siswa yang baik. Tantang siswa untuk mendaftar banyak item pada kategori contoh dan non contoh.
Pada penyelesaian evaluasi : Beberapa hari kemudian, minta siswa menuliskan apa itu konsep GNP dan examples non examplesnya dalam konsep GNP. Kumpulkan dan evaluasi akhirnya.

Daftar Pustaka

Banaszak, Ronald A dan Brennan, Dennis C. 1983. Teaching Economics Content and Strategies. The United States of America: Addison-Wesley Publishing Company