Sate Sapi Bumbu Ketumbar


Dua bulan terakhir ini kegiatan untuk mengisi waktu luang ku adalah nonton drama korea dan belajar memasak. Kalau drama korea memang aku udah suka sejak SMP, beda dengan memasak, yang baru pengen bener-bener belajar pas masih kuliah di Bandung. Aku jadi lebih respect sama siapapun yang bisa masak enak, atau buat kue yang cantik dan enak. Karena, membuat masakanpun perlu proses, ada waktu dan tenaga yang digunakan. Karena tiga hari saat idul adha aku buat sate, jadi aku mau posting tentang resep sate daging sapi bumbu ketumbar. Resepnya aku modifikasi dari mbak endang jtt, yang punya segudang resep yang teruji enak, karena sudah dipraktikkan oleh si empunya blog sendiri. Ini bahan satenya:

 

700 gr daging sapi, iris kotak-kotak tipis

Tusuk sate

 

Bumbu Halus:

2 ½ ketumbar sangrai

8 bawang merah

3 bawang putih

¼ sdt jinten

 

Bumbu lainnya:

4 daun jeruk, iris halus

6 sdm kecap manis

1 sdt merica

Air asam jawa secukupnya

Minyak goreng untuk menumis, secukupnya

½ sdt garam

 

Bumbu Kecap:

1 buah tomat, iris kotak-kotak

20 cabai rawit, iris tipis

10 bawang merah, iris kotak

Kecap secukupnya

 

Acar :

2 buah timun, potong kotak

¾ wortel, kupas dan potong kotak

15 cabai rawit, iris tipis

10 Bawang merah, iris tipis

1 sendok cuka

50 ml air matang

½ sdm gula pasir

 

Cara pembuatannya:

  1. Panaskan minyak dalam penggorengan, tumis bumbu halus dan daun jeruk sampai matang
  2. Tuang air asam jawa, serta bumbu lainnya (kecap,garam, merica). Angkat bila sudah kental. (Bumbu ini sebagian untuk merendam daging dan untuk mengoles sate saat di panggang)
  3. Masukkan daging dalam wadah, bumbu yang sudah di tumis. Aduk agar rata dan simpan di kulkas minimal 1 jam agar bumbu meresap
  4. Tusuk daging dengan rapat, celah tusuk sate yang tidak tertutupi daging akan gosong.
  5. Bumbu halus yang tersisa, diberi 5 sd minyak goreng dan 4 sendok kecap manis, gunakan untuk olesan saat memanggang sate
  6. Panggang sate, bila sate setengah matang, balik dan oleskan bumbu, ratakan semua sisi.
  7. Panggang sampai matang (tingkat kematangan sesuai selera)

 

Untuk acar, campur semu abahan dalam mangkuk, aduk rata dan biarkan selama 1 jam di kulkas.

Sajikan sate dengan acar, paling mantap disantap saat hangat! Sorry no poto ya, nggak sempat ambil gambar karena udah keburu dimakan J

 

Sampai Jumpa Lagi, Bandung


Jam 16.19, dan aku sudah ada di pool damri jurusan bandung-pringsewu. Sudah beberapa kali aku disini, tetapi ada yang lain, kali ini adalah pulang karena sudah menyelesaikan studi selama dua tahun. Bersyukur aku bisa belajar di sini, karena tempat belajar yang nyaman, dosen yang baik, layanan yang ramah, serta masjid DT tempat yang bisa jadi andalan ketika sudah mulai lelah..😀. Terima kasih untuk teman-teman SPs Pendidikan Ekonomi 2013, yang telah mengisi dua tahun ini dengan banyak belajar bersama. Ah, diantara mahasiswa dari luar daerah, aku yang terakhir di Bandung, jadi aku sudah mengatakan selamat jalan dengan teman-teman lebih dulu, kini kuucapkan selamat tinggal pada kota Bandung sendiri. Sampai jumpa lagi, di bulan Desember..

Calon Tesis Kesayangan


Bisa dibilang aku jatuh cinta dengan calon tesisku, ih lebay ya… gimana nggak coba, gimanapun aku harus mencintainya…kalau nggak ntar males-malesan dong..hehe..

Tingkat kegalauannya lebih tinggi dari skripsi, karena waktu skripsi jujur aku belum begitu paham cara membuat karya ilmiah yang ideal. Nah sekarang ini baru proses belajar cara menulis karya ilmiah yang ideal. Sebenarnya aku memang suka  kalau bahas penelitian-penelitian.

Dosen pembimbing yang ahli teori pendidikan, adalah salah satu pintu yang membuatku berproses tentang hal-hal yang belum aku tau. Hah, jadi gini ya, jadi gitu ya? Begitulah saat bimbingan.

Bimbingan dengan beliau itu seperti diskusi, a-z bisa dibahas. Sangat mengasyikkan…

Sejak belajar nulis tesis, sekarang mulai paham perbedaan-perbedaan pengambilan keputusan dalam karya ilmiah, semua bisa benar, semua bisa salah, bergantung merujuk kepada ahli siapa, karena teori bukan cuma satu versi. Teori datang dan pergi, disepakati dan runtuh.

Sekarang sedang proses buat instrumen penelitian RPP dan alat tes keterampilan berpikir kritis… Udah dua kali salah, ternyata nggak semudah yang dibayangkan… Tapi tetep semangat..selalu..mohon doanya yaa

Wait me august 2015

Penerapan Landasan Pedagogik dalam Pendidikan Ekonomi


Permasalahan dalam ekonomi adalah kelangkaan (scarcity). Kelangkaan berarti bahwa sumber daya yang ada tidak dapat mencukupi semua kebutuhan manusia. Adanya kelangkaan membuat setiap orang harus berusaha memenuhi kebutuhan yang tak terbatas dengan cara tertentu dan memilih barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya dengan melakukan pengorbanan tertentu. Menurut Nicholson (2002: 26 ) “Ilmu ekonomi adalah studi tentang alokasi berbagai sumber daya langka di antara berbagai kemungkinan penggunaan.”

Selama manusia hidup, manusia akan selalu melakukan kegiatan ekonomi, oleh karena itu pendidikan ekonomi bukan hanya membelajarkan konsep-konsep dan keterampilan yang berkaitan dengan ekonomi, tapi juga sikap dan nilai moral agar peserta didik dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan dengan cara-cara yang baik. Dalam pembelajaran ekonomi, guru membangun sikap-sikap baik spiritual maupun sosial yang baik melalui proses pembelajaran. Pengetahuan dan keterampilan dibangun melalui proses yang aktif dan bertujuan membangun sikap spiritual dan sosial. Berikut nilai spiritual dan nilai sosial, pengetahuan dan keterampilan  yang harus dibangun peserta didik kelas X SMA  :

  1. Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya (Kompetensi inti 1).
  2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia (Kompetensi inti 2)
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah (Kompetensi Inti 3)
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Dengan begitu, setelah mengikuti pendidikan ekonomi, peserta didik bukan hanya memiliki kemampuan kognitif dan psikomotor yang baik, tetapi juga nilai sikap yang baik yang dijadikan pedoman dalam melakukan tindakan baik yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi ataupun nonekonomi. Contoh penerapan pembentukan sikap spiritual peserta didik pada materi prinsip ekonomi, yang berbunyi “Pengorbanan yang tertentu akan mendapatkan hasil semaksimal mugkin”. Peserta didik juga perlu dididik bahwa dalam mendapatkan hasil semaksimal harus dilakukan melalui cara-cara yang baik dan jujur sesuai ajaran Agama yang dianutnya.

Mengajarkan Konsep Ekonomi Dengan Menggunakan Metode Ekspositori


Strategi Pembelajaran Ekspositori didukung Teori behavioristik- Classical conditioning dan teori kognitif. Saat ini, pembelajaran yang berpusat pada guru seolah adalah sesuatu yang tidak baik untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Diberlakukannya Kurikulum 2013 mengharuskan pendekatan saintifik yang berarti menggunakan cara berpikir induktif, semakin meninggalkan pembelajaran yang berpusat pada guru. Pada dasarnya baik pembelajaran yang berpusat pada guru maupun pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dapat diterapkan dalam proses pembelajaran secara efektif. Kuncinya adalah guru dapat mengelola proses pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Hal yang penting dari pembelajaran ekspositori yang sangat penting adalah adanya umpan balik dari guru terhadap respon siswa. Siswa di arahkan aktivitasnya supaya “konsep” dapat dipahami siswa. Pembelajaran ceramah  tidak sama dengan pembelajaran ekspositori, melainkan hanya bagian dari pembelajaran ekspositori. Maka, jika dalam kurikulum 2013 mengharuskan pendekatan induktif dalam mengajarkan konsep dan mengesampingkan pembelajaran pendekatan deduktif, contohnya ekspositori, maka perlu dikaji ulang.

Dalam buku teaching economics – content and strategies yang dikembangkan oleh Ronald A. Banaszak dan Dennis C. Brennan diungkapkan bahwa dalam membelajarkan konsep ekonomi yang dalam kasus yang akan diuraikan tentang Gross National Product.

TUJUAN

STRATEGI

MATERIAL

Setelah melakukan metode ekspositori, siswa dapat : Metode Perkembangan Konsep Ekspositori seluruh kelas

Batas Waktu : satu pertemuan

  1. Mendefinisikan Gross National Product
    1. Tuliskan  Gross National Product pada papan tulis dan juga singkatan nya (GNP)
  1. Memberikan Contoh apa yang termasuk dalam perhitungan GNP
2. Menjelaskan kepada siswa bahwa hari ini akan mempelajari konsep ekonomi penting, Yaitu GNP. Definisikan Gross National Product sebagai nilai  pasar total dari seluruh barang jadi dan jasa untuk konsumsi akhir dalam setahun. Jelaskan bahwa jangka waktu adalah pendek.
  1. Memberikan contoh apa yang tidak termasuk dalam Perhitungan GNP
3. Bagikan fotokopi hand out tentang GNP. Siswa harus membacanya, kemudian mendiskusikan aktivitas ekonomi apa yang tidak termasuk GNP. Siswa harus mengerti prinsip-prinsip mengapa penghitungan ganda dan pembayar transfer tidak dihitung dihitung dalam GNP. Fotokopi Hand out tentang Gross National Product
Bagikan Fotokopi Hand Out Examples non examples dari Item GNP. Tanyakan pada siswa agar mereka menjelaskan apa yang termasuk GNP. % contoh pertama masuk dalam GNP karena barang akhir atau jasa yang di buat dan digunakan. Yang bukan contoh dalah yang tidak terjual, atau bukan barang akhir atau jasa yang diproduksi. Secara spesifik :

6. Sayur yang tidak terjual

7. Bukan barang jadi

8. Nasihat yang tidak terjual

9.Transfer uang tanpa produksi barang dan jasa

Barang sudah dihitung dalam

10. GNP ketika terjual sebagai barang baru

Transfer uang tanpa produk atau produksi jasa.

Fotokopi Hand out. Examples non examples Gross National ProductProduct
Tulis di papan tulis “Examples non examples” Minta siswa menyebutkan contoh dan non contoh. Tulis hal tersebut di papan tulis. Tanyakan pada siswa menyatakan mengapa termasuk dalam contoh dan non contoh. Berikan umpan balik untuk respon siswa yang baik. Tantang siswa untuk mendaftar banyak item pada kategori contoh dan non contoh.
Pada penyelesaian evaluasi : Beberapa hari kemudian, minta siswa menuliskan apa itu konsep GNP dan examples non examplesnya dalam konsep GNP. Kumpulkan dan evaluasi akhirnya.

Daftar Pustaka

Banaszak, Ronald A dan Brennan, Dennis C. 1983. Teaching Economics Content and Strategies. The United States of America: Addison-Wesley Publishing Company

PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN


Desain pembelajaran ini diadaptasi dari model pengembangan Kemp dengan modifikasi :

A.    Identifikasi Masalah Pembelajaran

Kurikulum 2013 diharapkan dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Dalam hal ini, pengembangan kurikulum difokuskan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik, berupa paduan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik , berupa paduan pengetahuan. Pelajaran Ekonomi adalah pelajaran yang membelajarkan peserta didik untuk menentukan pilihan sesuai prioritas. Pembelajaran Ekonomi kelas X SMA/MA dalam kurikulum 2013 mempunyai kompetensi inti yang harus dicapai oleh peserta didik, yaitu :

  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
  2. Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi   atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,  serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
  4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,dan mampu menggunakan metoda sesuai  kaidah keilmuan.
 
 
Berdasarkan tujuan kurikulum 2013 secara umum dan kompetensi inti secara khusus dalam pembelajan ekonomi kelas X SMA/MA, maka dalam kegiatan pembelajaran tentang fungsi dan jenis uang akan digunakan model pembelajaran kooperatif. Menurut Suprijono, 2009) Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin guru atau diarahkan oleh guru.Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar berupa prestasi akademik, toleransi, menerima keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial.

Terdapat empat karakteristik pembelajaran kooperatif yaitu :

1.Ketergantungan positif

Dalam pembelajaran kelompok, keberhasilan suatu penyelesaian tugas sangat tergantung kepada usaha yang dilakukan setiap anggota kelompoknya. Tugas kelompok tidak mungkin bisa diselesaikan manakala ada anggota yang tak bisa menyelesaikan tugas, dan semua ini memerlukan kerjasama yang baik dari masing-masing anggota kelompok.

2. Tanggungjawab Perseorangan

Prinsip ini merupakan konsekuensi dari prinsip yang pertama. Oleh karena keberhasilan kelompok tergantung pada setiap anggotanya, maka setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab sesuai dengan tugasnya. Setiap anggota memberikan yang terbaik untuk keberhasilan kelompoknya.

3.Partisipasi bersama-sama

Pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk mampu berpartisipasi aktif dan berkomunikasi.

4. Interaksi Simultan

Pembelajaran kooperatif memberi ruang  dan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka saling memberikan informasi dan saling membelajarkan. Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga  kepada setiap anggota kelompok untuk bekerja sama, menghargai setiap perbedaan, memanfaatkan kelebihan masing-masing anggota, dan mengisi kekurangan masing-masing. ( Sanjaya, 2012)

Kelompok belajar kooperatif dibentuk secara heterogen, yang berasal dari budaya, latar belakang social, dan kemampuan akademik yang berbeda. Perbedaan semacam ini akan menjadi modal utama dalam proses saling memperkaya antar anggota kelompok.

Model Pembelajaran kooperatif didukung oleh teori pembelajaran konstruktivisme.    Konstruktivis percaya bahwa “pembelajar mengkostruksi realitasnya sendiri atau paling tidak menafsirkannya berdasarkan pada persepsi-persepsi pengalaman mereka, sehingga pengetahuan individu menjadi sebuah fungsi dari pengalaman, struktur mental, dan keyakinan-keyakinan seseorang sebelumnya yang digunakan untuk menafsirkan objek dan peristiwa.” “ Apa yang seseorang tahu didasarkan pada persepsi  dari pengalaman fisik dan sosial yang dipahami oleh pikiran.” (Jonasson dalam Smith, 2009)

Teori konstruktivisme sosial Vygotsky telah meletakkan arti penting  model pembelajaran kooperatif. Konstruktivisme sosial Vygotsky menekankan bahwa pengetahuan dibangun dan dikonstruksi secara mutual. Peserta didik berada dalam konteks sosiohistoris. Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi mereka mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran peserta didik. (Suprijono,2009)

Premis dasar belajar menurut teori konstruktivisme adalah individu harus secara aktif membangun pengetahuan dan keterampilannya (Bruner dalam Smith,1990) dan informasi yang ada diperoleh dalam proses membangun kerangka oleh pelajar dari lingkungan di luar dirinya. Pemahaman manusia akan semakin mendalam dan kuat jika teruji dengan pengalaman-pengalaman baru (Nurhadi, 2004 dalam Baharuddin dan Wahyuni, 2008)

Berdasarkan uraian diatas, dapat di tarik benang merah bahwa dalam teori konstruktivisme seseorang akan belajar melalui persepsi dan pengalaman fisik, pengetahuan dan keterampilan  dibangun dan dikonstruksi melalui interaksi dengan lingkungan. Sehingga apabila teori ini diaplikasikan pada proses pembelajaran, siswa harus aktif membangun pengetahuan dan keterampilan melalui interaksi dengan teman sekelasnya. Siswa bersama-sama belajar dan saling memberi masukan.

Slavin menyatakan bahwa dalam proses belajar dan  pembelajaran siswa harus terlibat aktif dan siswa menjadi pusat kegiatan belajar dan pembelajaran di kelas. Guru harus memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau mengaplikasikan ide-ide mereka sendiri, disamping mengajarkan siswa untuk menyadari dan sadar akan strategi belajar mereka sendiri (Baharuddin dan Wahyuni, 2008)

Asumsi-Asumsi Dalam Konstruktivisme

  1. Pengetahuan dikonstruksi dari pengalaman
  2. Pembelajaran adalah sebuah interprestasi personal terhadap dunia
  3. Pembelajaran adalah sebuah proses aktif yang didalamnya makna dikembangkan atas dasar pengalaman.
  4. Pertumbuhan konseptual datang dari negosiasi makna, pembagian perspektif ganda, dan perubahan bagi representasi internal kita melalui pembelajaran kolaboratif
  5. Pembelajaran harus disituasikan dalam seting yang realistis; pengujian harus diintegrasikan deangn tugas dan bukan sebuah aktivitas yang terpisah (Merril dalam Smorgansbord,1997 yang dikutip Smith, 2009)

 

Pengembangan perangkat dapat dimulai dari titik manapun dalam siklus, namun menurut Ibrahim (2003) Karena kurikulum yang berlaku secara nasional di Indonesia berorientasi pada tujuan, maka seyogyanya proses pengembangan itu di mulai dari tujuan.

B.     Tujuan

1. Analisis Struktur Isi

Analisis struktur isi adalah analisis termasuk isi kurikulum. Sebagai contoh disini dipaparkan hasil analisis isi kurikulum 2013  SMA/MA Mata Pelajaran Ekonomi :

Kompetensi Dasar :

1.1     Mensyukuri sumberdaya sebagai karunia Tuhan YME dalam rangka pemenuhan kebutuhan

1.2  Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan produk bank dan lembaga keuangan bukan bank serta dalam pengelolaan koperasi

2.1  Bersikap jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli, kreatif,mandiri, kritis dan analitis dalam mengatasi permasalahan ekonomi

3.5  Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, kerjakeras, sederhana, mandiri, adil, berani, peduli dalam melakukan kegiatan ekonomi

3.4    Mendeskripsikan sistem pembayaran dan alat pembayaran

4.6  Menyimulasikan sistem pembayaran dan alat pembayaran

Materi :

Fungsi dan Jenis Uang

2. Analisis Konsep

Analisis konsep merupakan identifikasi konsep-konsep utama yang akan diajarkan dan menyusunnya secara sistematis serta mengaitkan satu konsep dengan konsep lain yang relevan, sehingga membentuk peta konsep. Dari analisis konsep yang dilakukan didapatkan suatu peta konsep. Berikut adalah Peta konsep Materi Pelajaran.

3. Analisis Prosedural

Menurut kemp 1994 dalam Trianto, 2009 analisis prosedural digunakan untuk menganalisis tugas dengan jalan mengidentifikasi tahap-tahap penyelesaiannya. Sesuai dengan bahan kajian yang dipilih. Analisis Prosedural dalam pembelajaran tentang fungsi, jenis dan syarat uang adalah sebagai berikut .

1. Perumusan Tujuan Pembelajaran

Penyususnan Tujuan pembelajaran (TP) atau Indikator Pencapaian Hasil Belajar (IPHB) didasarkan pada Kompetensi Dasar (KD) dan indikator yang tercantum dalam kurikulum tentang suatu materi. Kompetensi Dasar pada materi  tentang uang adalah :

1.3     Mensyukuri sumberdaya sebagai karunia Tuhan YME dalam rangka pemenuhan kebutuhan

1.4  Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan produk bank dan lembaga keuangan bukan bank serta dalam pengelolaan koperasi

2.2  Bersikap jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli, kreatif,mandiri, kritis dan analitis dalam mengatasi permasalahan ekonomi

3.6  Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, kerjakeras, sederhana, mandiri, adil, berani, peduli dalam melakukan kegiatan ekonomi

3.7  Mendeskripsikan sistem pembayaran dan alat pembayaran

3.8  Menyimulasikan sistem pembayaran dan alat pembayaran

Sedangkan indikator dari materi fungsi, jenis dan syarat uang adalah

  1. Menjelaskan fungsi uang
  2. Menjelaskan Jenis-jenis uang

Namun, karena keterbatasan waktu pembelajaran yang berkisar 20 menit, maka indikator yang akan diusahakan tercapai adalah fungsi dan jenis uang.

Tujuan Pembelajaran

No Konsep

Tujuan Pembelajaran

Produk Proses
1 Uang
  1. Siswa dapat menjelaskan fungsi uang
  2. Siswa dapat menjelaskan jenis uang
  3. Siswa dapat menjelaskan syarat-syarat uang
  1. Siswa dapat mengamati uang.
  2. Siswa bertanya dan berdiskusi  untuk mendapatkan fungsi, jenis dan syarat uang
  3. Siswa mengeksplorasi dengan mengumpulkan data/informasi tentang fungsi, jenis dan syarat uang.
  4. Siswa mengasosiasi dengan menganalisis dan menyimpulkan  informasi/data
  5. Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok tentang fungsi, jenis dan syarat uang

C. Analisis Siswa

Siswa adalah siswa SMA yang berusia rata-rata 15-16 tahun.  Menurut teori perkembangan Piaget siswa pada kelompok usia ini sudah mampu berpikir abstrak. Para siswa sudah mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik dan kompleks daripada anak yang berada dalam tahap operasional konkret (Slavin dalam Trianto, 2009) Dalam hal kemampuan,  siswa mempunyai gap yang tidak terlalu, serta siswa berasal dari berbagai lingkungan tempat tinggal dan memiliki sikap dan karakteristik berbeda-beda. Berdasarkan tingkat kemampuan dan karakteristik siswa maka disusun kelompok secara acak. Apabila ada dua siswa ekstra dapat juga mengelompokkan siswa menjadi kelompok yang berjumlah tiga siswa dengan mengambil satu siswa dari kelompok lain. Sehingga di dapat dua kelompok yang jumlah masing-masing anggotanya adalah tiga orang.

D. Materi

– Uang logam

adalah uang yang terbuat dari logam dengan bentuk dan berat tertentu dengan kadar yang tetap dan dapat dibuat dari emas, perak atau bahan logam lainnya, dengan ciri-ciri khusus untuk menghindari pemalsuan

–          Uang Kertas

Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah.

  1. Uang Giral

Uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran

–          Cek

–          Giro

–          Kartu Debit/Kredit

–          Dll.

E. Tujuan Pembelajara

  1. Siswa dapat menjelaskan fungsi uang
  2. Siswa dapat menjelaskan jenis uang

F.  Strategi Pembelajaran

Pemilihan pendekatan pembelajaran bertujuan untuk memilih dan merencanakan kegiatan belajar berdasarkan bahan kajian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang sudah dibuat agar dicapai hasil belajar yang maksimal. Pendekatan berorientasi pada pembelajaran saintifik.

Perumusan Tujuan Pembelajaran dan Prinsip-prinsip Pembelajaran Saintifik

No

Tujuan Pembelajaran Prinsip-prinsip Pembelajaran Saintifik
1
  1. Siswa dapat menjelaskan fungsi-fungsi uang
  2. Siswa dapat menjelaskan jenis uang
Mengamati, menanya, mengekplorasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan

1) Pemilihan Model Pembelajaran

Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan materi  fungsi dan jenis uang adalah model pembelajaran kooperatif.. Dalam pembelajaran kooperatif   siswa belajar dalam kelompok-kelompok. Dasar pemilihan tipe kelompok dalam fungsi jenis uang adalah kelompok acak. Hal ini dilakukan karena siswa mempunyai gap kemampuan dan latar belakang yang tidak terpaut jauh, sehingga kelompok acak dapat digunakan dalam pembelajaran. Siswa dalam kelas berjumlah 14 sehingga siswa dibagi dalam empat kelompok, menurut Kagan  apabila setelah di bagi empat siswa perkelompok dan masih terdapat dua siswa ekstra dapat juga mengelompokkan siswa menjadi kelompok yang berjumlah tiga siswa dengan mengambil satu siswa dari kelompok lain. Sehingga di dapat dua kelompok yang jumlah masing-masing anggotanya adalah tiga orang dan dua kelompok dengan anggota empat siswa. Tipe pembelajaran kooperatif yang dipilih adalah Numbered Head Together. Guru membagi kelompok secara simultan dengan menggunakan kartu angka berwarna. Siswa yang mendapatkan kartu yang memiliki warna sama akan menjadi satu kelompok. Kelompok tersebut akan mendiskusikan soal/pertanyaan dari guru. Setelah itu, saat guru memanggil nomor siswa, siswa akan menunjukkan kartu jawaban dan mengungkapkannya secara lisan. Dari pendapat siswatersebut, maka diskusi akan dilanjutkan sampai tercapai indikator yang ditentukan.

2.) Pemilihan Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran ini adalah metode diskusi. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan tugas dan membangun pengetahuan.

G.    Aktivitas Belajar Mengajar dan Sumber Belajar

Pembelajaran pokok bahasan fungsi uang dan jenis uang berorientasi pada  pembelajaran kooperatif, sehingga langkah-langkah kegiatan pembelajaran dipersiapkan dengan mengacu pada sintaks atau langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif.

H.    Pemilihan Media atau Sumber Belajar

Kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam ruangan kelas. Kelas memiliki Proyektor dan LCD, sehingga pemilihan media yang efisien adalah powerpoint yang berisi pokok bahasan, kartu warna bernomor dan kartu jawaban siswa. Apabila kegiatan pembelajaran akan dilakukan di luar ruangan. Maka diperlukan media yang mudah dibawa serta ringan. Media pembelajaran berupa uang. Stirofoam untuk papan informasi dan kartu jawaban siswa.

I.       Evaluasi

Tes Hasil Belajar (THB) disusun berdasarkan pada hasil perumusan tujuan pembelajaran. Perubahan tingkah laku siswa yang diharapkan berupa produk dan proses, sehingga harus disusun tes hasil belajar produk dan proses yang dibuat berdasarkan acuan patokan. Menurut Kemp dalam Trianto,2009 tes acuan patokan merupakan alat evaluasi untuk mengukur seberapa jauh ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

Penilaian proses pembelajaran menggunakan lembar pengamatan sikap dan lembar penilaian diskusi. Sementara evaluasi hasil pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran adalah tes tertulis berbentuk uraian, dan penilaian produk.

 

DAFTAR PUSTAKA

Baharuddin,  Wahyuni Esa Nur. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta. Ar-Ruzz Media

Budiningsih, C. Asri. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Trianto. (2011).Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivitis. Jakarta:Prestasi Pustaka.