PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

ABSTRAK

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

Oleh
Wening Kartikawati

Kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. Kepemilikan institusional merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Adanya kepemilikan oleh investor institusional akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal terhadap kinerja manajemen, karena kepemilikan saham mewakili suatu sumber kekuasaan yang dapat digunakan untuk mendukung atau sebaliknya terhadap keberadaan manajemen.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepemilikan institusional dengan kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan dalam penelitian ini diukur menggunakan rasio profitabilitas yaitu: ROA, ROE, dan NPM. Dengan menggunakan metode purposive judgement sampling, sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2003-2006.

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur menggunakan rasio profitabilitas yaitu: ROA, ROE, dan NPM. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin tinggi kepemilikan institusional maka akan semakin efektif monitoring yang dilakukan pemegang saham terhadap kinerja manajemen sehingga kinerja keuangan perusahaan akan lebih optimal.

Kata kunci: kepemilikan institusional, kinerja keuangan, profitabilitas.

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengelolaan perusahaan yang semakin dipisahkan dari kepemilikan perusahaan merupakan salah satu ciri perekonomian modern, hal ini sesuai dengan agency theory yang menginginkan pemilik perusahaan menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada tenaga profesional (agent) yang lebih mengerti dalam menjalankan bisnis. Tujuan dipisahkannya pengelolaan dan kepemilikan perusahaan yaitu agar pemilik memperoleh keuntungan maksimal dengan biaya yang efisien. Teori keagenan mengemukakan jika antara pihak principal (pemilik) dan agent (manajer) memiliki kepentingan yang berbeda muncul konflik yang dinamakan masalah keagenan (agency problem).

Fama dan Jensen (1983) menyatakan bahwa agency problems disebabkan oleh adanya sistem pengambilan keputusan yang terpisah antara manajemen dan pihak pengawas. Fuerst dan Sok-Hyon (2000) menyatakan bahwa berbagai penelitian, diantaranya penelitian Jensen dan Meckling (1976) serta Shleifer dan Vishny (1997), menunjukkan bahwa pemisahan kepemilikan dan pengelolaan perusahaan membawa kepada kondisi dimana manajer akan menghambur-hamburkan kekayaan pemilik perusahaan. Pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen ini memiliki dampak negatif yang lain yaitu keleluasaan manajemen perusahaan untuk mengoptimalkan laba, hal ini akan mengarah pada proses mengutamakan kepentingan manajemen sendiri dengan biaya yang harus ditanggung oleh pemilik perusahaan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat dua potensial agency problem yang berkaitan dengan kepemilikan, yaitu agency problem antara manajemen dan pemegang saham (Jensen dan Meckling, 1976) dan agency problem antara pemegang saham mayoritas dan minoritas (Shleifer dan Vishny, 1997). Agency problem yang pertama terjadi jika kepemilikan tersebar di tangan banyak pemegang saham sehingga tidak satu pihak pun yang dapat atau yang mau mengontrol manajemen, sehingga hanya ada pihak manajemen yang relatif tanpa adanya kontrol untuk menjalankan perusahaan. Agency problem tersebut menyebabkan perusahaan bisa dijalankan sesuai dengan keinginan manajemen sendiri, sedangkan agency poblem yang kedua akan terjadi jika terdapat seorang pemegang saham mayoritas dan beberapa pemegang saham lain yang kepemilikannya minoritas hal ini menyebabkan pemegang saham mayoritas memiliki kendali absolut sehingga dapat melakukan tindakan yang menguntungkan pemegang saham mayoritas tetapi merugikan pemegang saham minoritas (Feliana, 2007).

Konflik yang terjadi akibat pemisahan kepemilikan dapat berdampak pada pengendalian dan pelaksanaan pengelolaan perusahaan yang menyebabkan para manajer bertindak tidak sesuai dengan keinginan pemilik perusahaan. Agency cost dapat diminimalisir dengan beberapa alternatif, salah satunya dengan adanya kepemilikan investor institusional yang dapat berfungsi sebagai agen monitor. Moh’d et al. (1998) menyatakan bahwa distribusi saham antara pemegang saham dari luar yaitu investor institusional akan mengurangi biaya agensi. Keberadaan pemegang saham institusional dapat mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal terhadap kinerja manajemen.

Masalah agensi juga dapat diminimalisir dengan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan. Pengawasan tersebut tidak hanya terbatas dilakukan oleh pihak dari dalam perusahaan, namun juga dapat dilakukan dari pihak eksternal perusahaan yaitu dengan mengaktifkan pengawasan melalui investor-investor institusional (Putri dan Natsir, 2006). Kepemilikan perusahaan oleh institusi akan mendorong pengawasan yang lebih efektif, karena institusi merupakan profesional yang memilikikemampuan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan (Murhadi, 2008). Pozen (1994) mengungkapkan beberapa metode yang digunakan oleh pemilik institusional dapat mempengaruhi pengambilan keputusan manajerial, mulai dari diskusi informal dengan manajemen, sampai dengan pengendalian seluruh kegiatan operasional dan pengambilan keputusan perusahaan. Adanya kepemilikan oleh investor institusional yang didefinisikan sebagai investor yang berasal dari sektor keuangan seperti perusahaan efek, perusahaan asuransi, perbankan, perusahaan investasi, dana pensiun, dan kepemilikan institusi lain akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal terhadap kinerja manajemen perusahaan, karena kepemilikan saham mewakili suatu sumber kekuasaan yang dapat digunakan untuk mendukung atau sebaliknya terhadap keberadaan manajemen.

Penelitian ini berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hastuti (2005), tetapi dalam penelitian ini penulis memfokuskan pada pengaruh kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan, variabel independen yang digunakan adalah persentase kepemilikan institusional, sampel yang digunakan adalah perusahaan manufaktur periode 2003-2006, serta membedakan permasalahan dan hipotesis penelitian. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan”.

B. Permasalahan

Perusahaan berkewajiban memenuhi infomasi yang berkaitan dengan kinerjanya sebagai bahan pertimbangan bagi para pemegang saham atau calon investor untuk menanamkan modalnya. Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan merupakan salah satu informasi yang dapat digunakan dalam menilai kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan adalah pengukuran prestasi perusahaan yang timbul sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen yang kompleks dan sulit, karena menyangkut efektivitas pemanfaatan modal, efisiensi, dan rentabilitas dari kegiatan perusahaan.

Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain struktur kepemilikan (kepemilikan manajerial dan institusional). Semakin tinggi kepemilikan institusional maka semakin kuat kontrol eksternal terhadap perusahaan. Pozen (1994) mengungkapkan beberapa metode yang digunakan oleh pemilik institusional dapat mempengaruhi pengambilan keputusan manajerial. Adanya kepemilikan oleh investor institusional akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal terhadap kinerja manajemen perusahaan, sehingga kinerja perusahaan akan meningkat.
Adanya kepemilikan oleh investor institusional seperti perusahaan efek, perusahaan asuransi, perbankan, perusahaan investasi, dana pensiun, dan kepemilikan institusi lain akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal terhadap kinerja manajemen, karena kepemilikan saham mewakili suatu sumber kekuasaan (source of power) yang dapat digunakan untuk mendukung atau sebaliknya terhadap keberadaan manajemen. Selain itu, struktur kepemilikan oleh beberapa peneliti dipercaya mampu mempengaruhi jalannya perusahaan yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu mengoptimalkan kinerja perusahaan.

Kinerja perusahaan juga dapat meningkat jika institusi mampu menjadi alat monitoring yang efektif, karena semakin tinggi kepemilikan institusional maka akan semakin meningkatkan pengawasan pihak eksternal terhadap perusahaan. Brous dan Kini (1994) menyatakan bahwa ketatnya pengawasan yang dilakukan oleh investor institusional sangat tergantung pada besarnya investasi yang dilakukan. Barthala et al. (1994) juga menemukan bahwa kepemilikan institusional menggantikan kepemilikan manajerial dalam mengontrol agency cost.

Semakin besar kepemilikan oleh institusi keuangan maka akan semakin besar kekuatan suara dan dorongan institusi keuangan untuk mengawasi manajemen dan akibatnya akan memberikan dorongan yang lebih besar untuk mengoptimalkan nilai perusahaan sehingga kinerja perusahaan juga akan meningkat. Penelitian yang mencoba membuktikan pengaruh kepemilikan institusional terhadap kinerja perusahaan masih jarang dilakukan. Beberapa penelitian bahkan menemukan hasil yang tidak konsisten. Brickely et.al (1988) menemukan bahwa adanya kepemilikan institusional akan meningkatkan kinerja perusahaan. Sebaliknya, Pound (1988) menemukan bahwa kepemilikan institusional justru berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.

Berdasarkan uraian diatas maka permasalahan yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah “apakah terdapat pengaruh positif signifikan antara kepemilikan institusional dengan kinerja keuangan perusahaan”.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur kepemilikan dengan kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi teori dan metodologis bagi peneliti lain untuk mengembangkan teori maupun penelitian lain khususnya mengenai pengaruh kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan perusahaan.
2. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi praktik bagi perusahaan bahwa kepemilikan institusional akan memudahkan untuk mencapai kinerja keuangan perusahaan yang diinginkan.
3. Kontribusi kebijakan dalam penelitian ini adalah untuk membantu perusahaan dalam menentukan kebijakan dan peraturan yang menyangkut kepemilikan institusional.

(Note:Bagi yang ingin meminta skripsi full, maaf saya hanya mendapat izin untuk abstrak saja. Terima kasih)

About these ads

11 thoughts on “PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

  1. Blog ini telah di kunjungi dalam rangka membuat rekor blogwalking terbanyak dalam 1 hari dan menulis komentar dalam 1 hari dan anda di mohon untuk memberikan dukungan pada saya dengan menulis komentar
    di sini
    Terimakasih

  2. Saya tertarik mengenai proksi variabel “kinerja keuangan” yg anda gunakan dlm penelitian ini, mohon bisa minta tlg untuk dikirimkan jurnal/skripsi lengkapnya? sebagai bahan dalam penulisan tesis saya. terima kasih.

  3. tulisannya bagus… boleh tidak aq minta jurnal dan skripsiya secara lengkap.
    aq butuh banget untuk bahan penulisan skripsi saya.
    terima kasih sebelumnya

  4. Maaf saya mau tanya tentang kepemilikan institusional..

    maksudnya kepemilikan sahamnya dimiliki oleh lembaga begitu?

    jika dimiliki oleh pemerintah bagaimana?

    maksudnya institusi itu apa saja yg termasuk di dalamnya? apakah apapun itu selama bukan perseorangan/individu?? terima kasih ya jawaban nya.. kalo bisa email ^^

  5. kebetulan saya sedang meneliti sesuatu yg memasukkan kepemilikan institusi di dalamnya.. tapi saya juga masih bingung :]

  6. maaf permisi..
    saya juga ingin meminta penjelasan seperti apa itu kepemilikan institusional.
    Apa kepemilikan oleh limited company aka PT dan perusahaan publik lainnya (misalnya perusahaan A memiliki 60% saham perusahaan B) dapat disebut kepemilikan institusional?
    tolong bales cepat di email.. Lina_S8973@yahoo.com

    makasih banyak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s